Rabu, 25 November 2015

Pentingnya Penjadwalan Produksi Di Dalam Perusahaan

Industri dapat dipandang sebagai kegiatan untuk mengolah suatu input melalui proses produksi sehingga dihasilkan output yang memiliki nilai tambah. Kegiatan mengolah input tersebut tentunya tidak lepas dari peran sumber daya manusia yang bertindak sebagai operator dalam menjalankan dan mengendalikan proses produksi tersebut serta fasilitas-fasilitas produksi, seperti mesin-mesin produksi.

Dengan demikian aktifitas penjadwalan produksi yaitu proses pengalokasian beban kerja ke masing-masing bagian atau departemen dapat mempengaruhi kinerja perusahaan secara keseluruhan, yang nantinya akan berpengaruh terhadap tingkat kepuasan konsumen / consumer satisfication. Namun kenyataan menunjukkan banyak perusahaan yang kurang memperhatikan pentingnya aktifitas penjadwalan produksi. Padahal aktifitas penjadwalan produksi dapat mempengaruhi tingkat utilisasi fasilitas produksi perusahaan, kapasitas produksi, dan kelancaran proses produksi.

Untuk memenuhi pesanan secara efisien dan efektif dibutuhkan sebuah proses produksi yang berjalan dengan lancar, perusahaan memerlukan suatu penjadwalan proses produksi yang baik pula. Dengan penjadwalan proses produksi yang terencana secara teratur, perusahaan tidak hanya dapat mempersingkat waktu tunggu pelanggannya, perusahaan tersebut juga dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas serta menghemat penggunaan sumber daya yang ada.
Bedworth (1987) mengidentifikasikan beberapa tujuan dari aktivitas penjadwalan, adalah sebagai berikut:
  • Meningkatkan penggunaan sumber daya atau mengurangi waktu tunggunya, sehingga total waktu proses dapat berkurang dan produktivitas dapat meningkat.
  • Mengurangi persediaan barang setengah jadi atau mengurangi sejumlah pekerjaan menunggu dalam antrian ketika sumber daya yang ada masih mengerjakan tugas yang lain. Teori Baker mengatakan, jika aliran kerja suatu jadwal konstan, maka antrian yang mengurangi rata-rata waktu alir akan mengurangi rata-rata persediaan barang setengah jadi.
  • Mengurangi beberapa kelambatan pada pekerjaan yang mempunyai batas waktu penyelesaian sehingga akan meminimalisasi penalty cost (biaya kelambatan).
  • Membantu pengambilan keputusan mengenai perencanaan kapasitas pabrik dan jenis kapasitas yang dibutuhkan sehingga penambahan biaya yang mahal dapat dihindarkan.
Dengan penjadwalan yang lebih baik perusahaan dapat lebih memuaskan pelanggan dalam hal pemenuhan pesanan dari segi waktu,di samping itu perusahaan juga dapat lebih hemat dalam penggunaan sumber daya yang ada. Penjadwalan produksi merupakan kegiatan yang sangat penting di dalam perusahaan. Maka dari itu, perusahaan harus dapat membuat penjadwalan produksi sebaik mungkin agar dapat membuat pekerjaan tersebut efisien serta efektif dengan mempertimbangkan beberapa langkah untuk membuat penjadwalan yang baik dai beberapa metode.
Gambar 1. Mindmap Penjadwalan Produksi


Sumber:





Rabu, 18 November 2015

Pengukuran Kualitas Produk dengan Metode Garvin

                         
                               Pengukuran Kualitas Produk dengan Metode Garvin


Kualitas adalah faktor kunci yang membawa keberhasilan bisnis,

pertumbuhan dan peningkatan posisi bersaing. Kualitas suatu produk diartikan

sebagai derajat atau tingkatan dimana produk tersebut mampu memuaskan

keinginan dari konsumen (fitness for use). Produk memiliki arti penting dalam

perusahaan karena tanpa adanya produk, perusahaan tidak dapat melakukan

apapun dari usahanya. Konsumen akan membeli produk kalua merasa cocok,

karena itu produk harus disesuaikan dengan keinginan ataupun kebutuhan

konsumen agar pemasaran produk berhasil.

Sementara itu untuk menjaga kualitas produk yang dihasilkan dan sesuai

dengan tuntutan kebutuhan pasar, perlu dilakukan pengendalian kualitas atas

aktivitas proses yang dijalani. Produk yang berkualitas adalah produk yang sesuai

dengan apa yang diinginkan konsumennya. Menurut Goetch dan Davis (1995),

kualitas adalah suatu kondisi dinamis yang berkaitan dengan produk, pelayanan,

orang, proses, dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi apa yang

diharapkan.

Selain itu, kualitas memerlukan suatu proses perbaikan yang terus menerus

(continuous improvement process) yang dapat diukur baik secara individual,

organisasi, korporasi, dan tujuan kinerja nasional. Kualitas produk meliputi

kualitas bahan baku dan barang jadi, sedangkan kualitas proses meliputi kualitas

segala sesuatu yang berhubungan dengan proses produksi perusahaan manufaktur.

Ada beberapa dimensi kualitas untuk industri manufaktur. Dimensi ini

digunakan untuk melihat dari sisi manakah kualitas dinilai. Tentu saja perusahaan

ada yang menggunakan salah satu dari sekian banyak dimensi kualitas yang ada,

namun ada kalanya yang membatasi hanya pada salah satu dimensi tertentu. Yang

dimaksud dimensi kualitas tersebut, telah diuraikan oleh Garvin (1995) untuk

industry manufaktur, meliputi:

1. Performance

Yaitu kesesuaian produk dengan fungsi utama produk itu sendiri atau

karakteristik operasi dari suatu produk.

2. Feature

Yaitu ciri khas produk yang membedakan dari produk lain yang

merupakan karakteristik pelengkap dan mampu menimbulkan kesan yang

baik bagi pelanggan.

3. Reliabilty

Yaitu kepercayaan pelanggan terhadap produk karena kehandalannya atau

karena kemungkinan kerusakan yang rendah.

4. Confornance

Yaitu kesesuaian produk dengan syarat atau ukuran tertentu atau sejauh

mana karakteristik desain dan operasi memenuhi standar yang telah

diitetapkan.

5. Durability

Yaitu tingkat ketahanan/awet produk atau lama umur produk.

6. Serviceability

Yaitu kemudahan produk itu bila akan diperbaiki atau kemudahan

memperoleh komponen produk tersebut.

7. Aesthetic

Yaitu keindahan atau daya tarik produk tersebut.

8. Perception

Yaitu fanatisme konsumen akan merek suatu produk tertentu karena citra

atau reputasi produk itu sendiri.

Kualitas pada industri manufaktur selain menekankan pada produk yang

dihasilkan, juga perlu diperhatikan kualitas pada proses produksi. Bahkan, yang

terbaik adalah apabila perhatian pada kualitas bukan pada produk akhir,

melainkan proses produksinya atau produk yang masih ada dalam proses,

sehingga bila diketahui ada cacat atau kesalahan masih dapat diperbaiki. Dengan

demikian, produk akhir yang dihasilkan adalah produk yang bebas cacat dan tidak

ada lagi pemborosan yang harus dibayar mahal karena produk tersebut harus

dibuang atau dilakukan pengerjaan ulang.

Ada berbagai teknik perbaikan kualitas yang dapat digunakan dalam

perusahaan. Teknik ini lebih dikenal dengan nama Seven Tools, yaitu:

1. Diagram Pareto

2. Histogram

3. Check Sheet

4. Fish Bone Diagram

5. Scattered Diagram

6. Brain Storming

7. Grafik dan Peta Kendali (Control Chart)

Kualitas sangat penting bagi sebuah produk. Masih banyak lagi cara atau alat

untuk mengukur kualitas produk, contohnya ialah dengan menggunakan

Analytical Hierarchy Process dan sebagainya. Ini membuktikan bahwa

banyak sekali upaya untu memperbaiki kualitas suatu produk mengingat

bahwa pentingnya kualitas produk tersebut bagi perusahaan maka dari itu

produk harus selalu dijaga kualitasnya.





                                       Gambar 1. Mind Mapping Pengukuran Kualitas Produk


Daftar pustaka

http://Evgust.wordpress.com (Diakses pada 18 November 2015)

http://kualitasproses.wordpress.com (Diakses pada 18 November 2015)

http://joe-proudly-present.blogspot.com (Diakses pada 18 November 2015)

http://blogger-viens.blogspot.com (Diakses pada 18 November 2015)

http://handslife.blogspot.com (Diakses pada 18 November 2015)

Rabu, 07 Oktober 2015

M5 BAB 1 PENDAHULUAN

                           ANALISA SISTEM ANTRIAN GUNA MENGOPTIMALKAN

                                  PELAYANAN NASABAH PADA TELLER DI PT. BANK

                                                          SYARIAH MANDIRI

                                                                     




                                                                     BAB I

                                                            PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
 
Mengantri merupakan suatu aktivitas yang sering terjadi sehari-hari di dalam

kehidupan. Karena mengantri mengajarkan budaya hidup yang tertib. Namun sering

kali,  antrian  yang  sangat  panjang  dan  begitu  lama  dapat membuat efek jenuh

bagi pelanggan dan berujung merugikan pihak yang membutuhkan pelayanan.

Bahkan banyak pelanggan yang kecewa dan nantinya menimbulkan citra yang kurang

baik bagi perusahaan.

Proses antrian merupakan suatu proses yang berhubungan dengan kedatangan

pelanggan  pada  suatu  fasilitas  pelayanan,  menunggu  dalam  baris  antrian  jika

belum  dapat  dilayani,  setelah  dilayani  dan  akhirnya  meninggalkan  fasilitas

tersebut  sesudah  dilayani  (Ersyad  Ahmad  Z,  2012).  Proses  antrian ini sering

sekali dijumpai pada tempat-tempat umum, termasuk diantaranya penyedia layanan

jasa seperti contohnya pada Bank.

“Bank  adalah  badan  usaha  yang  menghimpun  dana  dari  masyarakat 

dalam bentuk  simpanan,  dan  menyalurkannya  kepada  masyarakat  dalam  bentuk

kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup

masyarakat banyak” (Ahmad Rodoni, 2006 : 21).

Setiap  bank  harus  berusaha  meningkatkan  daya  saingnya.  Salah  satu

unsur  daya  saing  yang  sangat  peka  dan  mengunggulkan  suatu  bank  adalah

mutu  pelayanan  melalui  peningkatan  kualitas  Sumber  Daya  Manusia,

penggunaan  teknologi  yang  canggih,  perbaikan  sistem dan  prosedur,  dan

sebagainya.

Aktivitas  operasi  pada  suatu  bank  meliputi  seluruh  transaksi  yang terjadi 

di  bank  tersebut  seperti,  pembukaan  rekening,  penyetoran  dan penarikan 

tabungan,  transaksi  giro,  penarikan  cek  dan wesel,  transfer  dana, dan sebagainya.

Setiap transaksi atau kegiatan yang berhubungan dengan uang tunai  akan  dilayani 

oleh teller. Untuk  mendapatkan  pelayanan  tersebut nasabah harus mengantri, guna

terciptanya ketertiban. Dan  kenyataan yang terjadi  disini  adalah  nasabah  harus 

mengantri  dan  menunggu  sebelum mendapatkan pelayanan dari teller.

Sebenarnya  semua  permasalahan  antrian  tersebut  dapat  diatasi  dengan

menggunakan  metode  teori  antrian.  Metode  teori  antrian  adalah  suatu  alat  yang

bertujuan  meminimumkan  waktu  antrian,  sehingga  menguntungkan  kedua  belah

pihak baik dari pelanggan yang dilayani maupun pelayan yang melayani. 

Didalam metode teori antrian terdapat sistem input, proses, output. Input pada

metode antrian adalah mereka  yang menghendaki pelayanan dari sebuah fasilitas

yang menawarkan jenis pelayanan, proses adalah kegiatan tertentu untuk melayani

permintaan  pelanggan,  output  adalah  pelanggan  yang  telah  selesai  dilayani  di

dalam fasilitas pelayanan (Siswanto, 2007).

 
1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan  uraian  latar  belakang  yang  mendasari  penelitian  ini  maka,

perumusan  masalah  yang  akan  menjadi  objek  kajian  dalam  penelitian  ini  adalah

sebagai berikut :

1. Berapa  waktu  antrian  untuk pelayanan teller di PT. Bank Syariah Mandiri?

2. Bagaimana  kinerja  sistem  antrian  yang  ada  pada  proses  transaksi  di  PT.

Bank Syariah Mandiri?

3. Bagaimana  pengoptimalan  pelayanan  nasabah  dengan  menggunakan  teori

antrian  pada  PT.  Bank Syariah Mandiri?

 
1.3 Batasan Masalah
Suatu  pembatasan  masalah  jelas  diperlukan  agar  ruang  lingkup  dalam

kegiatan  penelitian  ini  terarah  terhadap  tujuan  yang  ingin  dicapai  nantinya.

Adapun batasan masalah yang dimaksudkan adalah sebagai berikut :

1. Satuan waktu yang digunakan menggunakan jam.

2. Tidak menghitung analisis biaya.

3. Penelitian  antrian  hanya  dilakukan  di  teller PT. Bank Syariah Mandiri

4. Hanya  menggunakan  model  antrian  Kanal  Tunggal  Fase  Tunggal  (Single

Channel Single Phase).

5. Uji asumsi distribusi data hanya menggunakan software SPSS 17.

 
1.4 Tujuan

 Setelah  mengetahui  rumusan  masalah  yang  akan  mendasari  penelitian  ini

maka  kita  dapat  menentukan  tujuan  yang  lebih  tepat  dan  terarah  terhadap

kegiatan yang akan dilakukan. Adapun tujuan penelitian ini adalah :

1. Untuk mengukur  waktu  antrian  di  teller PT. Bank Syariah Mandiri

2. Untuk  menganalisis suatu kinerja  sistem  antrian  yang  saat  ini  digunakan

pada  proses  transaksi  di  PT. Bank Syariah Mandiri

3. Untuk  menganalisis cara  pengoptimalan  pelayanan  nasabah  dengan

menggunakan  teori  antrian  di  PT. Bank Syariah Mandiri

 
1.5 Metode Pengambilan Data
Penelitian ini dilakukan  di teller PT. Bank Syariah Mandiri.  Jenis  data  yang 

digunakan  dalam penelitian ini berupa data kuantitatif  yaitu data yang berbentuk

angka-angka dan dapat  dihitung.  Sumber  data  yang  digunakan  dalam  penelitian 

ini  adalah  data primer,  yaitu  data  nasabah yang mengantri di teller PT. Bank

Syariah Mandiri.

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penyusunan laporan ini

adalah:

1. Metode Observasi.

Dilakukan pengamatan langsung di teller PT. Bank Syariah Mandiri.

2. Studi Literatur.

Membaca buku-buku pedoman yang berkaitan dengan metode antrian dan

materi-materi yang berhubungan dengan materi penelitian ini.

 
1.6 Sistematika Penulisan.
BAB I Pendahuluan.
 
Pada bab ini dijelaskan secara garis besar tentang latar belakang masalah,

rumusan  masalah,  batasan  masalah,  tujuan  penelitian,  metode  pengambilan  data

dan sistematika penulisan.

BAB II Landasan Teori.

Pada bab ini diterangkan secara singkat teori antrian yang digunakan untuk 

melakukan  penelitian.  Berhubungan  dan  berkaitan  dengan  masalah  yang  akan 

dibahas  serta  merupakan  tinjauan  kepustakaan  yang  menjadi  kerangka  dan

landasan berfikir pada proses pemecahan masalah penelitian.

BAB III Metodologi Penelitian.

Pada bab ini menguraikan cara pengambilan dan  pengolahan data dengan

menggunakan alat-alat analisis yang sesuai dengan pembahasan seperti lokasi dan

waktu penelitian, pengolahan data dan alur pengolahan data.

BAB IV Pengumpulan dan Pengolahan Data.

Berisi  data  awal  yang  selanjutnya  diolah  menjadi  informasi  yang  akan

dibahas  pada  bagian  analisis.  Seperti  gambaran  umum  antrian  pada  loket  masuk

sepeda motor di Kampus A Universitas Mercu Buana.

BAB V Analisa Hasil.

Membahas  tentang  keterkaitan  antara  faktor-faktor  dari  data  yang

diperoleh  dari  masalah  yang  diajukan  kemudian  menyelesaikan  masalah  tersebut

dengan  metode  yang  digunakan  dan  menganalisa  proses  dan  hasil  penyelesaian

masalah.

BAB VI Kesimpulan dan Saran.

Pada  bab  ini  menguraikan  tentang  kesimpulan-kesimpulan  yang  dapat

diambil  melalui  penelitian  yang  telah  dilakukan.  Penarikan  kesimpulan  ini

merupakan  jawaban  dari  tujuan  yang  telah  ditetapkan  sebelumnya.  Selanjutnya

diberikan saran-saran yang diperlukan untuk penelitian selanjutnya.

Sabtu, 19 September 2015

Judul Penelitian

1. ANALISA PENGENDALIAN KUALITAS STATISTIK PROSES PEMBUATAN BENANG RMFTO 65 Q10 37.8 PK X DI PT. KUMATEX
(Kurniawan 41606010006)
2.     USULAN METODE SIX SIGMA UNTUK PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK BAKSO 32 DI PT SANTOSA AGRINDO
(Nur Fadilah Fatma 41608010006)
3.      USULAN PENGENDALIAN KUALITAS UNTUK MENGURANGI CACAT PADA PRODUK KAIN SARUNG TIPE 40/2 Tr DI DEPARTEMEN FINISHING PT. PISMATEX
(BAYU SOPYAN 41606010024)
4.     PERENCANAAN KEBUTUHAN BAHAN BAKU CHIP BERDASARKAN MATERIAL REQUIREMENT PLANNING DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK LOT SIZING PADA DEPARTEMENT POLYMER PT. TIFICO
(Katharina Astri Utami 41606010019)
5.     STATISTIK KENDALI MUTU PADA PROSES PENGUKURAN BRIX NIRA MENTAH DI PG. SUMBERHARJO PEMALANG DENGAN GRAFIK PENGENDALI  RATA-RATA ( X ) BERGERAK DAN GRAFIK PENGENDALI RANGE (R) BERGERAK
(Purwaningdiah Respati 4150403034)
6.      USULAN TATA LETAK FASILITAS PRODUKSI PADA PT. CIPTA UTAMA RAYA DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE BLOCPLAN90
(Ihwan Setiyawan 41607010006)
7.      IMPLEMENTASI LEAN MANUFACTURING PADA PRODUK BOX FILTER DENGAN PENGGUNAAN METODE VALUE STREAM MAPPING (VSM) UNTUK MEREDUKSI WASTE DI PT. DUTA NICHIRINDO PRATAMA
(LUTFY JANUARI EDDY PERMANA 41609010012)
8. ANALISA PRODUKTIVITAS DENGAN MENGGUNAKAN FUNGSI PRODUKSI COBB-DOUGLAS PADA DEPARTEMEN PRODUKSI DI PT. SUMBER BAHAGIA METALINDO
(SUHAIRI 41606010002)
9.      ANALISA PERENCANAAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU SEPATU NIKE RUNABOUT (GS BOYS) LGB BERDASARKAN SISTEM MRP PADA PT. ADIS DIMENSION FOOTWEAR
(Rommy Gilang Rakasiwi 41606010022)
10.  ANALISA KUALITAS UNTUK MENGURANGI PRODUK CACAT PADA PROSES PRODUKSI DI PT. MEARY JAYA

(Muji Handayani 41606010012)

Rabu, 16 September 2015

RSK 2 Daftar pustaka





DAFTAR  PUSTAKA


Ariani, Dorothea Wahyu. 2003. Manajemen Kualitas Pendekatan Sisi Kualitatif.  Ghalia Indonesia; Jakarta. pp (6-14).

Ariani, Dorothea Wahyu. 1999. Manajemen Kualits. Universitas Atmajaya. Yogyakata. pp (129)

Chang, Richard.Y dan Niedzwicki, Matthew E. 1999. Alat Peningkatan Mutu Jilid 2. PT. Pustaka Binaman Pressindo; Jakarta.  pp (79).

Chang, Richard.Y dan Kelly, P. Keith. 1998. Langkah-langkah Pemecahan Masalah.  PT. Pustaka Binaman Pressindo; Jakarta.  pp (84).

Feigenbaum, A.V. 1989. Kendali Mutu Terpadu. Erlangga; Jakarta.

Grant, Eugene. L. Edisi Ke-enam 1988 . Pengendalian Mutu Statistik Jilid 1. Erlangga; Jakarta.

Montgomery, D.C. 1990. Pengantar Pengendalian Kualitas. UGM; Yogyakartra.

Sutalaksana, Iftikar. 1979. Teknik Tata Cara Kerja. Teknik Industri ITB; Bandung.

Gasperz, Vincent. 1998. Statistical Process Control. Jakarta : Gramedia Pustaka.

Ewinarko. Contoh Penulisan Daftar Pustaka.

Yamit, Zulian. 2003. Manajemen Produksi dan Operasi. Ekonisia Fakultas Ekonomi UII; Yogyakarta.

Yamit, Zulian. 2001. Manajemen Kualitas Produk dan Jasa. Ekonisia; Yogyakarta.

Tugas Akhir Muji Handayani. 2010. Analisa Kualitas untuk Mengurangi  Produk Cacat Pada Proses Produksi Di PT. Meary Jaya.

Irvan, Zulia Hanum. Jurnal Pengendalian Mutu Produk Dengan Menggunakan Metode Statistik.Diakses pada tgl.24-01-2011.

            Diakses 17-12-2010

RSK 1 Daftar Pustaka





DAFTAR  PUSTAKA


Ariani, Dorothea Wahyu. 2003. Manajemen Kualitas Pendekatan Sisi Kualitatif.  Ghalia Indonesia; Jakarta. pp (6-14).

Ariani, Dorothea Wahyu. 1999. Manajemen Kualits. Universitas Atmajaya. Yogyakata. pp (129)

Chang, Richard.Y dan Niedzwicki, Matthew E. 1999. Alat Peningkatan Mutu Jilid 2. PT. Pustaka Binaman Pressindo; Jakarta.  pp (79).

Chang, Richard.Y dan Kelly, P. Keith. 1998. Langkah-langkah Pemecahan Masalah.  PT. Pustaka Binaman Pressindo; Jakarta.  pp (84).

Feigenbaum, A.V. 1989. Kendali Mutu Terpadu. Erlangga; Jakarta.

Grant, Eugene. L. Edisi Ke-enam 1988 . Pengendalian Mutu Statistik Jilid 1. Erlangga; Jakarta.

Montgomery, D.C. 1990. Pengantar Pengendalian Kualitas. UGM; Yogyakartra.

Sutalaksana, Iftikar. 1979. Teknik Tata Cara Kerja. Teknik Industri ITB; Bandung.

Gasperz, Vincent. 1998. Statistical Process Control. Jakarta : Gramedia Pustaka.

Ewinarko. Contoh Penulisan Daftar Pustaka.

Yamit, Zulian. 2003. Manajemen Produksi dan Operasi. Ekonisia Fakultas Ekonomi UII; Yogyakarta.

Yamit, Zulian. 2001. Manajemen Kualitas Produk dan Jasa. Ekonisia; Yogyakarta.

Tugas Akhir Muji Handayani. 2010. Analisa Kualitas untuk Mengurangi  Produk Cacat Pada Proses Produksi Di PT. Meary Jaya.

Irvan, Zulia Hanum. Jurnal Pengendalian Mutu Produk Dengan Menggunakan Metode Statistik.Diakses pada tgl.24-01-2011.

            Diakses 17-12-2010

Selasa, 08 September 2015

RSK 2

Judul:
ANALISA PENGENDALIAN KUALITAS PROSES PEMBUATAN ACRYLIC DI PT. MARGACIPTA WIRASENTOSA
Nama Penulis
Mohamad Nurman - 41607010012


Suatu perusahaan dapat berkembang dan paling tidak bisa bertahan hidup. Perusahaan tersebut harus mampu menghasilkan produk barang atau jasa dengan mutu yang baik, harga yang bersaing,  promosi yang lebih efektif, dan pelayanan yang baik terhadap konsumen.

Bila perusahaan memberikan perhatian penuh terhadap tingkat kualitas atau mutu, maka akan 

memberikan dampak positif  kepada pelaku bisnis yang berupa dampak terhadap biaya produksi 

dengan mengurangi biaya seminimal mungkin terhadap produk yang reject dan dampak terhadap 

pemasukan atau pendapatan yang meningkat.

PT. Margacipta Wirasentosa  adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri acrylic. Agar menghasilkan produk yang baik, PT. Margacipta Wirasentosa perlu menerapkan pengendalian kualitas terpadu agar dapat menghasilkan produk yang baik sesuai dengan apa yang diharapkan perusahaan maupun konsumen.
Dalam hal ini tujuan penulisan didalam melakukan penelitian hingga tersusun  skripsi ini adalah :
1.      Mengetahui tingkat kualitas produk acrylic dalam proses produksi di PT. MArgacipta Wirasentosa
2.      Mengetahui jumlah jenis barang reject yang terjadi dalam proses pembuatan acrylic
3.      Mengetahui kriteria reject yang terjadi dalam proses pembuatan acrylic
4.      Menganalisa penyebab terjadinya reject
Merancang dan menerapankan metode  Control Chart, Pareto dan Fishbone untuk pengendalian 

kualitas di PT. Margacipta Wirasentosa

Komentar:
Karena secara keseluruhan proses produksi acrylic di PT. Margacipta Wirasentosa cukup baik dan proses awal yang terjadi masih dalam batas pengendali statistic (in control) sehingga tidak perlu diadakan suatu perbaikan.
Dan karena cacat yang paling dominan terjadi adalah cacat KRS (Keriting Sudut), KOW (Kotor Warna) dan BO (Bocor) maka harus ada upaya agar kecacatan pada produk tersebut dapat dikurangi.

Saran:
Saran yang dapat diberikan ialah saran yang sama dengan yang ada pada skripsi ini yaitu hasil 

penelitian diharapkan akan dapat memberikan masukan sebagai dasar pertimbangan dalam 

pengambilan keputusan terutama yang berkaitan dengan upaya pencapaian kualitas produksi, 

melakukan perbaikan-perbaikan kerja pada pekerja dengan cara memberikan pelatihan-pelatihan 

agar para pekerja terampil dan lebih teliti, menjaga dan mengawasi secara ketat kualitas bahan baku yang 

akan dipakai dalam proses yang meliputi kebersihan, pengaturan letak dan suhu ruangan, selalu 

melakukan review tentang metode-metode kerja yang memudahkan operator sehingga akan 

meminimalisir tingkat kesalahan yang dilakukan operator. Penanggulangan tersebut diharapkan akan 

meningkatkan pengendalian kualitas perusahaan sesuai dengan keinginan dan kepuasan pelanggan.