Rabu, 18 November 2015
Pengukuran Kualitas Produk dengan Metode Garvin
Pengukuran Kualitas Produk dengan Metode Garvin
Kualitas adalah faktor kunci yang membawa keberhasilan bisnis,
pertumbuhan dan peningkatan posisi bersaing. Kualitas suatu produk diartikan
sebagai derajat atau tingkatan dimana produk tersebut mampu memuaskan
keinginan dari konsumen (fitness for use). Produk memiliki arti penting dalam
perusahaan karena tanpa adanya produk, perusahaan tidak dapat melakukan
apapun dari usahanya. Konsumen akan membeli produk kalua merasa cocok,
karena itu produk harus disesuaikan dengan keinginan ataupun kebutuhan
konsumen agar pemasaran produk berhasil.
Sementara itu untuk menjaga kualitas produk yang dihasilkan dan sesuai
dengan tuntutan kebutuhan pasar, perlu dilakukan pengendalian kualitas atas
aktivitas proses yang dijalani. Produk yang berkualitas adalah produk yang sesuai
dengan apa yang diinginkan konsumennya. Menurut Goetch dan Davis (1995),
kualitas adalah suatu kondisi dinamis yang berkaitan dengan produk, pelayanan,
orang, proses, dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi apa yang
diharapkan.
Selain itu, kualitas memerlukan suatu proses perbaikan yang terus menerus
(continuous improvement process) yang dapat diukur baik secara individual,
organisasi, korporasi, dan tujuan kinerja nasional. Kualitas produk meliputi
kualitas bahan baku dan barang jadi, sedangkan kualitas proses meliputi kualitas
segala sesuatu yang berhubungan dengan proses produksi perusahaan manufaktur.
Ada beberapa dimensi kualitas untuk industri manufaktur. Dimensi ini
digunakan untuk melihat dari sisi manakah kualitas dinilai. Tentu saja perusahaan
ada yang menggunakan salah satu dari sekian banyak dimensi kualitas yang ada,
namun ada kalanya yang membatasi hanya pada salah satu dimensi tertentu. Yang
dimaksud dimensi kualitas tersebut, telah diuraikan oleh Garvin (1995) untuk
industry manufaktur, meliputi:
1. Performance
Yaitu kesesuaian produk dengan fungsi utama produk itu sendiri atau
karakteristik operasi dari suatu produk.
2. Feature
Yaitu ciri khas produk yang membedakan dari produk lain yang
merupakan karakteristik pelengkap dan mampu menimbulkan kesan yang
baik bagi pelanggan.
3. Reliabilty
Yaitu kepercayaan pelanggan terhadap produk karena kehandalannya atau
karena kemungkinan kerusakan yang rendah.
4. Confornance
Yaitu kesesuaian produk dengan syarat atau ukuran tertentu atau sejauh
mana karakteristik desain dan operasi memenuhi standar yang telah
diitetapkan.
5. Durability
Yaitu tingkat ketahanan/awet produk atau lama umur produk.
6. Serviceability
Yaitu kemudahan produk itu bila akan diperbaiki atau kemudahan
memperoleh komponen produk tersebut.
7. Aesthetic
Yaitu keindahan atau daya tarik produk tersebut.
8. Perception
Yaitu fanatisme konsumen akan merek suatu produk tertentu karena citra
atau reputasi produk itu sendiri.
Kualitas pada industri manufaktur selain menekankan pada produk yang
dihasilkan, juga perlu diperhatikan kualitas pada proses produksi. Bahkan, yang
terbaik adalah apabila perhatian pada kualitas bukan pada produk akhir,
melainkan proses produksinya atau produk yang masih ada dalam proses,
sehingga bila diketahui ada cacat atau kesalahan masih dapat diperbaiki. Dengan
demikian, produk akhir yang dihasilkan adalah produk yang bebas cacat dan tidak
ada lagi pemborosan yang harus dibayar mahal karena produk tersebut harus
dibuang atau dilakukan pengerjaan ulang.
Ada berbagai teknik perbaikan kualitas yang dapat digunakan dalam
perusahaan. Teknik ini lebih dikenal dengan nama Seven Tools, yaitu:
1. Diagram Pareto
2. Histogram
3. Check Sheet
4. Fish Bone Diagram
5. Scattered Diagram
6. Brain Storming
7. Grafik dan Peta Kendali (Control Chart)
Kualitas sangat penting bagi sebuah produk. Masih banyak lagi cara atau alat
untuk mengukur kualitas produk, contohnya ialah dengan menggunakan
Analytical Hierarchy Process dan sebagainya. Ini membuktikan bahwa
banyak sekali upaya untu memperbaiki kualitas suatu produk mengingat
bahwa pentingnya kualitas produk tersebut bagi perusahaan maka dari itu
produk harus selalu dijaga kualitasnya.
Gambar 1. Mind Mapping Pengukuran Kualitas Produk
Daftar pustaka
http://Evgust.wordpress.com (Diakses pada 18 November 2015)
http://kualitasproses.wordpress.com (Diakses pada 18 November 2015)
http://joe-proudly-present.blogspot.com (Diakses pada 18 November 2015)
http://blogger-viens.blogspot.com (Diakses pada 18 November 2015)
http://handslife.blogspot.com (Diakses pada 18 November 2015)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar